Lawan Pinjol dan Judol! Guru PAI Ikuti ToT Ekonomi Syariah 2026

Guru Diminta Bangun Generasi Berkarakter

Bank Indonesia bersama Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah bagi Guru Pendidikan Agama Islam Tahun 2026 di Tangerang Selatan pada 12–13 Mei 2026.

Bank Indonesia bersama Kemenag RI menggelar ToT Ekonomi dan Keuangan Syariah bagi Guru PAI Tahun 2026 di Tangerang Selatan, Selasa – Rabu (12–13 Mei 2026). – Foto: Lia Aruzzi

Kegiatan tersebut diikuti para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tergabung dalam MGMP wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jabodetabek. Salah satu peserta berasal dari SMAN 101 Jakarta, yakni Lia Amalia, M.Pd., yang juga merupakan Wakil MGMP PAI Jakarta Barat 2.

Kegiatan dibuka langsung oleh Direktur Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. M. Munir, M.Ag.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran guru dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial di tengah perkembangan zaman.

Ekonomi Syariah Bukan Sekadar Transaksi

Salah satu pemateri utama dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dadang Muljawan.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa ekonomi syariah tidak hanya berbicara mengenai transaksi seperti mudharabah dan musyarakah, tetapi juga berangkat dari cara pandang hidup, nilai, serta pembangunan akhlak manusia.

“Ekonomi syariah pada hakikatnya membumikan ayat-ayat Allah dalam kehidupan sehari-hari.”

Peserta juga diperlihatkan perbandingan paradigma ekonomi konvensional dan ekonomi syariah. Paradigma konvensional dinilai lebih berorientasi pada maksimalisasi keuntungan dan akumulasi modal, sedangkan paradigma syariah menekankan konsep falah atau kejayaan yang mencakup keuntungan, keberkahan, dan kemaslahatan bersama.

Guru Dibekali Bahaya Pinjol dan Judol

Materi pelatihan juga menyoroti praktik ekonomi yang bertentangan dengan prinsip syariah, seperti riba, gharar, dan maisir.

Peserta diingatkan mengenai bahaya maraknya pinjaman online ilegal berbunga tinggi yang banyak menjerat masyarakat, khususnya generasi muda.

Selain itu, praktik judi online (judol) juga disorot karena dinilai dapat merusak kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui materi tersebut, guru diharapkan mampu memberikan edukasi kepada peserta didik agar lebih bijak menghadapi perkembangan ekonomi digital dan tidak mudah terjerat praktik ekonomi yang merugikan

Rasulullah SAW Jadi Teladan Dunia Usaha

Pemateri juga mencontohkan perjalanan Rasulullah SAW dalam dunia usaha. Pada masa awal berdagang, Rasulullah SAW tidak memiliki modal pribadi. Namun, beliau memiliki sifat amanah, jujur, dan dapat dipercaya sehingga memperoleh kepercayaan dari pemilik modal untuk menjalankan usaha.

Guru Disebut Agen Perubahan

Materi pelatihan turut menyoroti bahwa guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa.

Guru dinilai memiliki peran strategis sebagai pemimpin perubahan melalui konsep strategic leadership, yaitu:

  • strategic visioning
  • strategic action
  • strategic influencing

Peserta juga dikenalkan dengan konsep:

  • ta’aruf (saling mengenal)
  • tafahum (saling memahami)
  • ta’awun (saling membantu)
  • takaful (saling melindungi)

Kenalkan Program Ekonomi Syariah Nasional

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan enam Inisiatif Strategis Nasional pengembangan ekonomi syariah Indonesia, yakni:

  • Gerbang Santri
  • Jawara Ekspor
  • Gema Halal
  • Sapa Syariah
  • Kanal ZISWAF
  • Lentera Emas

Peserta juga memperoleh informasi mengenai Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) 2026 bagi siswa/i SMA/SMK/MA di seluruh Indonesia.

Dukung Generasi Emas 2045

Kegiatan ToT Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2026 ditutup oleh Prof. Nur Hidayah, S.Ag., S.E., M.A., M.A., Ph.D., selaku Ketua Program Studi S3 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menjadi penggerak literasi ekonomi syariah di lingkungan sekolah sekaligus membangun Generasi Indonesia Emas 2045 yang unggul, berkarakter, amanah, dan memiliki semangat kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Leave a Comment